Sejarah

Pertanyaan

Apa program kerja kabinet dwi kora

1 Jawaban

  • Mata pelajaran: IPS Sejarah

    Kelas: XI SMA

    Kategori: Kabinet Dwikora

    Kode Kategori berdasarkan kurikulum KTSP:  12.3.7

    Kata kunci: kabinet, dwikora, program kerja

     

    Jawaban:

    program kerja kabinet dwi kora:

    menghalangi pembentukan negara boneka Inggris di kawasan tersebut. Hal tersebut karena dapat mengganggu keamanan kemerdekaan Indonesia serta melahirkan memunculkan berbagai macam pemberontakan internal Negara Indonesia.


    Pembahasan:

    Konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia merupakan suatu perang mengenai wilayah Sarawak, Sabah, Brunei dan Malaya yang terjadi antara Indonesia dan Federasi Malaysia di tahun 1962 sampai 1966. Penyebab perang ini terjadi karena keinginan Federasi Malaya yang lebih dikenal sebagai Persekutuan Tanah Melayu di tahun 1961 untuk menggabungkan Sarawak, Sabah, Brunei ke dalam Federasi Malay.


    Dwikora (Dwi Komando Rakyat) yakni sebuah komando Presiden Soekarno untuk melancarkan konfrontasi bersenjata kepada Malaysia dalam rangka untuk menghadangnya agar tidak berdirinya Negara Malaysia. Komando ini dikemukakan dalam sebuah pidato Presidan di hadapan apel besar sukarelawan di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1964. Dwikora berisi sebagai berikut:

    a.Memperkuat ketahanan revolusi Indonesia.

    b.Membantu perjuangan revolusioner rakyat Brunei, Serawak, Sabah, Singapura dan Malaya.

     

    Pada umumnya cabinet membantu presiden untuk merealisasikan program-program pemerintah di seluruh Indonesia. Akan tetapi dalam cabinet dwikora, menteri yang ditugaskan secara khusus untuk daerah tertentu.

     

    Jabatan tersebut terdapat pada Menteri Urusan Jalan Raya Sumatera yang mulai muncul dalam Kabinet Dwikora I (27 Agustus 1964 hingga 22 Februari 1966), dan kembali muncul dalam Kabinet Dwikora II (24 Februari 1966 hingga 27 Maret 1966). Pada Kabinet Dwikora III, yang menjadi kabinet terakhir bentukan Sukarno, jabatan ini berganti nama menjadi Departemen Pembangunan Trans Sumatera.

     

    Kabinet Dwikora II yang dipimpin oleh presiden Sukarno hanya dapat bertahan selama 32 hari [antara 24 Februari 1966 sampai 28 Maret 1966]. Kabinet ini tak berusia lama karena didemo secara besar-besaran oleh para mahasiswa karena masih melibatkan nama-nama pejabat yang dianggap tidak bersih dari peristiwa 1965 [misal: Soebandrio, Omar Dhani sampai Oei Tjoe Tat] atau tersangkut dengan kasus-kasus KKN [misal: Ibnu Sutowo]. Kabinet Dwikora II ini digantikan oleh Kabinet Dwikora III yang bekerja antara 28 Maret 1966 sampai 25 Juli 1966.

     

    Kabinet Dwikora II terdiri dari 132 orang menteri. Kabinet tersebut berumur pendek [32 hari], kabinet ini juga menjadi yang tergemuk. Kabinet inilah yang pernah mendapat julukan Kabinet 100 Menteri. Jumlah di atas 100 ini sebenarnya hanya meneruskan kabinet sebelumnya, yaitu Kabinet Dwikora I, yang juga dipimpin oleh Sukarno. Kabinet Dwikora I ini berjumlah 110 orang.

     

    Pada awalnya Supersemar dikeluarkan ketika pada tanggal 11 Maret 1966, terjadi setelah Presiden Sukarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan. Kabinet ini dikenal dengan nama “kabinet 100 menteri“.(Lt)

     




Pertanyaan Lainnya